Baik dalam situasi kerja maupun
pergaulan sehari-hari sering ditemui orang yang terlalu percaya diri atau
terlalu rendah menilai dirinya. Di sisi lain, ada juga orang yang lebih mampu
melihat kesalahan-kesalahan orang lain daripada kesalahan dirinya. Seperti yang
dinyatakan oleh pepatah kuno bahwa Gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di
seberang lautan tampak. Mengapa hal itu terjadi ? Bagaimana mengatasinya ?
Sejak kurang lebih 4 abad sebelum masehi, filsuf besar, Socrates dari Yunani
mengatakan . Kenalilah diri sendiri (lihat Koentjoro, 1989). Pengenalan diri
merupakan kemampuan seseorang untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang ada
pada dirinya sehingga dapat melakukan respon yang tepat terhadap tuntutan yang
muncul dari dalam maupun dari luar. Pengenalan diri ini dikatakan Noesjirwan
(lihat Koentjoro, 1989) merupakan langkah yang diperlukan orang untuk dapat
menjalankan kehidupan inl secara efektif. Kekuatankekuatan yang ada pada diri
merupakan aset dalam kehidupan sehari-harL namun demikian apabila
kekuatan-kekuatan ini tidak disadari maka kesempatan untuk mengaktualisasikan
diri akan hilang. Demikian halnya dengan kelemahan-kelemahan yang ada pada diri
seseorang. Kelemahan yang disadari sejak awal, mempunyai kesempatan !uas untuk
diperbaiki. Kelemahan-kelemahan yang tidak disadari, tidak hanya merugikan diri
sendiri tetapi juga dapat menyusahkan orang lain, Ada orang yang tidak tahu
bahwa dirinya orang yang terlalu percaya diri sehingga dia merasa lebih mampu,
sementara orang lain menganggap bahwa kemampuannya 'biasa-biasa' saja.
Pengenalan diri adalah salah satu
cara untuk membentuk konsep diri. Konsep diri (Grin 1978) merupakan persepsi
seseorang terhadap dirinya sendiri, baik secara fisik, psikis, sosial maupun
moral. Persepsi tersebut meliputi sesuatu yang dicita-citakan maupun keadaan sesungguhnya.
Aspek yang fisik yang dipersepsi meliputi penilaian terhadap mbuh, pakaian, benda
miliknya asb. Aspek psikis meliputi fikiran, perasaan, dan sikap individu
terhadap dirinya. Aspek sosial meliputi bagaimana peranan sosial dalam
masyarakat. Sementara aspek moral meliputi nilai dan prjnsip yang memberi ani
dan arah dalam kehidupan seseorang.
dapat disimplkan bahwa penerimaan
diri merupakan sikap positif terhadap diri sendiri, mampu dan mau menerima keadaan
diri baik kelebihan atau kekurangan, sehingga dapat memndang masa depan lebih
positif. Tanpa penerimaan diri, seseorang hanya dapat membuat sedikit atau
tidak ada kemajuan sama sekali dalam suatu hubungan yang efektif. Menurut Carl Rogers
mengatakan bahwa, biasanya, mereka yang merasa bahwa mereka merasa disukai,
ingin diterima, mampu atau layak menerima. Orang yang menolak dirinya biasanya
tidak bahagia dan tidak mampu membentuk dan menjaga hubungan baik dengan orang
lain. Penerimaan diri melibatkan pemahaman diri, kesadaran yang realistis, memahami
kekuatan dan kelemahan seseorang. Sehingga menghasilkan perasaan individu
tentang dirinya, bahwa ia bernilai unik. Calhoun dan Acocella menjelaskan bahwa
penerimaan diri berhubungan dengan konsep diri yang positif, dimana dengan
konsep diri yang positif, seseorang dapat menerima dan memahami fakta-fakta
yang begitu berbeda dengan dirinya. Bahwa penerimaan diri merupakan sikap
positif terhadap diri sendiri, dapat menerima keadaan dirinya secara tenang,
serta memiliki kesadaran penuh terhadap siapa dan apa diri mereka, selain itu
dapat pula menghargai diri dan orang lain. Serta dapat menerima keadaan
emosionalnya (depresi, marah, sedih, cemas, dan lain-lain) tanpa mengganggu
orang lain. Dalam kamus filsafat psikologi, penerimaan diri (self acceptance)
adalah dukungan atau sambutan diri. Penerimaan dari seseorang dalam mencapai kebahagiaandan
kesuksesan
Mencintai merupakan salah satu
kebutuhan mendasar manusia, baik mencintai diri sendiri maupun orang lain.
Terkadang lebih mudah untuk bias mencintai orang lain daripada mencintai diri
sendiri. Banyak hal yang membuat manusia tidak menyukai diri mereka sendiri.
Padahal, memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri sama pentingnya dengan
menjalin silaturahmi dengan orang lain. Mencintai diri sendiri dalam hal ini
bukan berarti menjadi orang yangnarsisistik. Mencintai diri sendiri apa adanya
berarti dapat menerima segala kelebihan tanpa merasa tinggi hati, namun di sisi
lain juga berlapang dada untuk merangkul semua kekurangan tanpa ditutupi.
Kurang mencintai diri sendiri bisa saja menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,
seperti melukai diri sendiri hingga berusaha untuk mengakhiri hidup. Dikutip
dari Wolipop Lifestyle (2018) kasus Aktris Jada Pinkett Smith yang melakukan
percobaan bunuh diri. Istri Will Smith ini baru mencoba untuk bunuh diri.
Beruntung, Jada mengambil kebijakan "Kesehatan mental adalah sebuah praktik
mencintai diri sendiri,"
Menurut Stephanie Kang (2018), seorang psikolog dari PsychCentral (psychcentral.com),
menjalin hubungan dengan diri sendiri adalah hal yang paling penting di muka
bumi ini. Sederhananya, memiliki hubungan yang baik dengandiri sendiri akan
membantu kita untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain,
sekaligus menjadi langkah awal kesuksesan dalam hidup. Dengan mencintai diri
sendiri, manusia belajar untuk memahami diri dan terus bersyukur dengan apa
yang sudah individu itu miliki. Pribadi yang memiliki masalah kesehatan mental
pun bisa belajar untuk menerima diri sendiri dengan ikhlas apa adanya dengan
mencintai diri sendiri. Manusia tidak dituntut untuk fokus pada omongan orang
lain. Manusia juga tidak akan disibukkan untuk membandingkan diri dengan
kehidupan orang lain, sehingga akan punya lebih banyak waktu untuk mengurus
diri sendiri menjadi lebih baik lagi.
0 Komentar